Departemen Sosiologi FISIP UI menyelenggarakan kunjungan lapangan Mata Kuliah Pengembangan Komunitas Berkelanjutan ke Pesantren Ekologis Ath-Thaariq, Kabupaten Garut, pada tanggal 3–5 Mei 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati, memahami, dan merefleksikan praktik pendampingan serta pemberdayaan komunitas yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kunjungan lapangan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh pemahaman empiris mengenai pengembangan komunitas berkelanjutan, melakukan refleksi kritis atas program yang berjalan, menilai potensi keberlanjutan, serta merancang usulan model pengembangan komunitas yang kontekstual dan aplikatif. Melalui interaksi langsung dengan pengelola program dan komunitas, mahasiswa didorong untuk mengaitkan konsep teoritis dengan realitas sosial di lapangan.
Pesantren Ath-Thaariq dipilih sebagai lokasi kunjungan karena praktik pendidikannya yang berbasis agroekologi dan kepedulian terhadap relasi antara manusia, alam, dan keberlanjutan kehidupan. Pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran alternatif yang menanamkan nilai kedaulatan pangan, pengelolaan lingkungan, serta pembentukan karakter santri melalui praktik hidup selaras dengan alam.
Kegiatan kunjungan lapangan diikuti oleh enam mahasiswa peserta mata kuliah dan didampingi oleh tim dosen pengampu, yaitu Dr. Ida Ruwaida, M.Si., Dr. Linda Darmajanti, M.T., dan Dr. Sulastri Sardjo, M.Si. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, diawali dengan perjalanan dari Jakarta menuju Garut pada Jumat malam, 2 Mei 2025.
Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi, dan observasi lapangan. Pada hari pertama, mahasiswa diperkenalkan dengan prinsip agroekologi melalui praktik pangan lokal dan paparan dari pimpinan pesantren mengenai latar belakang berdirinya Pesantren Ath-Thaariq sebagai upaya membangun kedaulatan pangan dan pemenuhan gizi yang sehat, murah, dan berkelanjutan. Diskusi dilanjutkan dengan observasi lapangan yang dipandu santri untuk mengenal berbagai jenis pangan hutan (forest food), tanaman obat, serta praktik pengelolaan lingkungan di kawasan pesantren.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendalaman konsep Green Islam, yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan para santri mengenai pentingnya pangan sehat berbasis benih lokal, pendekatan agroekologis dalam pengasuhan, serta praktik terapi alam sebagai bagian dari pembentukan karakter dan keseimbangan emosional. Diskusi malam hari digunakan untuk menyusun catatan lapangan dan merefleksikan hasil observasi serta wawancara.
Hari ketiga diisi dengan pendalaman lebih lanjut mengenai Green Islam dan diskusi pengembangan agroekologi dalam jejaring pesantren ekologis, termasuk gagasan pengembangan Sekolah Ekologi di wilayah Kabupaten Garut, khususnya di sekitar kawasan hutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan persiapan kepulangan dan perjalanan kembali ke Kampus FISIP UI.

Secara keseluruhan, kunjungan lapangan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa dalam memahami praktik nyata pengembangan komunitas berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga belajar merefleksikan dan merumuskan gagasan pengembangan komunitas yang berorientasi pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan kearifan lokal.