Pelatihan Transdisiplin untuk Transformasi Berkeadilan

Pelatihan

Pelatihan Transdisiplin untuk Transformasi Berkeadilan

Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia menyelenggarakan Pelatihan “Transdisiplin dan Transformasi Berkeadilan” pada 16–17 Oktober 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dosen dalam merespons kompleksitas persoalan sosial, ekologis, ekonomi, dan politik yang dihadapi masyarakat saat ini. Pelatihan ini menekankan pentingnya pendekatan transdisiplin sebagai strategi analisis dan intervensi sosial yang tidak terbatas pada satu sudut pandang keilmuan, melainkan mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan praktik lintas disiplin.

Pelatihan difasilitasi oleh Yulia Sugandhi, PhD dari Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB, yang memiliki pengalaman luas dalam penerapan pendekatan transdisiplin di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi dosen Departemen Sosiologi untuk berdialog, bertukar pengetahuan, serta merefleksikan kemungkinan penerapan pendekatan transdisiplin dalam pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian sesi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari krisis sosial-ekologis di era Antroposen, konsep wicked problems dan systems thinking, indikator adaptabilitas sosial, pembangunan regeneratif berbasis biokultural, hingga pengetahuan berbasis tempat (place-based knowledge) dan seni menjalin ragam pengetahuan dalam kerangka transdisiplin. Diskusi juga menyoroti pentingnya keadilan sosial dan ekologis, etika keberlanjutan, serta kebijakan publik yang berorientasi pada nilai.

Pelatihan ini berlangsung secara partisipatif, ditandai dengan diskusi intensif, refleksi bersama, dan pertukaran pengalaman antar dosen lintas bidang kajian. Antusiasme peserta tetap terjaga meskipun materi yang disampaikan cukup padat dan komprehensif.

Melalui pelatihan ini, Departemen Sosiologi FISIP UI berharap pendekatan transdisiplin dapat menjadi pondasi penting dalam pengembangan kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat, serta memperkuat kontribusi sosiologi dalam mendorong perubahan sosial yang transformatif, inklusif, dan berkeadilan.