
Departemen Sosiologi Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengamatan lapangan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Transformasi Industri dan Perubahan Kerja (TIPK) pada Program Studi Sarjana Sosiologi. Kegiatan dikelola oleh Dr. Hari Nugroho dan Diatyka W.P. Yasih, Ph.D., serta diikuti oleh 23 mahasiswa dan satu dosen pendamping, Estu P. Wilujeng, M.Si.
Pengamatan lapangan ini bertujuan untuk melengkapi pembelajaran teoritis di kelas melalui observasi langsung terhadap dinamika gerakan buruh di ruang publik. Mahasiswa melakukan pengamatan sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan pembelajaran kelas reguler. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan tugas kelompok yang telah dirancang sebagai bagian dari evaluasi Ujian Tengah Semester dan Tugas Akhir Semester.
Lokasi pengamatan dilakukan di dua titik utama, yaitu Silang Monas pada pagi hari dan depan Gedung MPR/DPR RI pada siang hari. Pemilihan dua lokasi ini bertujuan untuk memberikan perbandingan empiris mengenai perbedaan karakter, orientasi politik, serta pola mobilisasi organisasi-organisasi buruh. Aksi di Silang Monas diikuti oleh serikat buruh yang berafiliasi dengan struktur kekuasaan negara dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta pejabat negara, sementara aksi di depan Gedung MPR/DPR diikuti oleh kelompok buruh dan aktivis yang mengambil jarak dari negara dan memilih jalur aksi independen.
Di setiap lokasi, mahasiswa yang telah dibagi ke dalam kelompok melakukan observasi partisipatif dan wawancara singkat dengan peserta aksi. Interaksi di lokasi Gedung MPR/DPR berlangsung lebih intens, dengan keterlibatan aktif peserta aksi dalam diskusi bersama mahasiswa. Meskipun terdapat kendala cuaca dan kondisi kesehatan peserta, kegiatan pengamatan berjalan dengan baik dan penuh antusiasme.

Kegiatan pengamatan lapangan ditutup pada pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan dengan diskusi reflektif antara mahasiswa dan dosen di kawasan Senayan Park. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman empiris mengenai dinamika hubungan industrial dan gerakan buruh kontemporer, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis kritis terhadap perubahan dunia kerja dan transformasi industri di Indonesia.